Belajar Tentang Sel Saraf Kejepit, Gejala dan Apakah Harus Operasi?

Studi kasus tentang sel saraf kejepit banyak orang yang salah mengira. Menurut pakar kesehatan medis, Sel saraf kejepit di sebut dengan HNP (Hernia Nukleus Pulposus) biasanya disebabkan proses penuaan dimana tulang belakang cenderung lebih rapuh sehingga sulit digerakan lebih merasakan sering kesakitan. Beberapa studi kasus saraf kejepit memanglah sangat memerlukan tindakan operasi. Namun ada pula yang hanya membutuhkan penanganan konservatif. Jika anda sering mengalami sakit pinggang jangan anggap remeh hal tersebut, bisa jadi ini merupakan gejala saraf kejepit yang jika dibiarkan bisa berbahaya.

(Ilustrasi Sel Saraf Kejepit )


Salah satu kasus yang membutuhkan untuk melakukan fungsi dari operasi yaitu saraf kejepit akibat penyempitan ruang saraf tulang belakang, dan mengakibatkan kelumpuhan atau kelemahan anggota gerak badan. Dilansir dai laman Sel Saraf Kejepit, sendiri paling sering terjadi di tulang belakang bagian bawah atau daerah lumbal. Selain itu, daerah leher (cervical) juga tak luput dapat terkena penyakit itu. Pekerjaan atau kebiasaan mengangkat benda berat juga dapat berisiko memicu penyakit tersebut.

Mengenal Awal Gejala Sel Saraf Kejepit

Penyebab nyeri saraf bermacam-macam, mulai dari gangguan fungsi saraf, hingga berbagai penyakit serius lainnya. Sistem saraf yang terlibat dalam segala tubuh bertugas untuk mengatur dan mengontrol cara kerja otot dan sensitivitas pada tubuh Anda. Saat merasakan panas dan dingin, di sisi tubuh kita terdapat saraf yang bertindak sebagai reseptor sensasi ataupun efektor untuk menggerakkan atau menjalankan fungsi bagian-bagian tubuh tersebut. Anda perlu menghindari postur tubuh yang bungkuk, miring, dan mengangkat beban terlalu berat.

Akibat saraf yang rusak Anda tidak merasa sakit ketika Anda cedera. Kerusakan saraf dapat menyebabkan hilangnya sensasi atau mati rasa pada jari anda, sehingga sulit untuk melakukan kegiatan keseharian dengan tangan Anda. Seperti halnya pada saat memegang sesuatu, memasak, atau bahkan mengangkat gayung dapat menjadi sulit. Banyak orang yang merasakan lebih dari kerusakan saraf mengatakan bahwa indera peraba merasa tumpul atau kesemutan maupun terasa kebas-kebas.

Cara Mengatasi Sel Saraf Kejepit


Untuk menghindari Penyakit Sel Saraf Kejepit, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Hindari posisi membungkuk ketika mengambil benda di lantai. Sebaiknya anda jongkok terlebih dahulu.
  2. Olahraga teratur agar membentuk otot punggung yang lebih kuat sehingga dapat melindungi tulang belakang.
  3. Jangan Duduk terlalu lama.
  4. Jaga postur tubuh tetap baik saat berjalan, duduk dan berdiri.
  5. Stretching atau peregangan sangat dibutuhkan. 
  6. Jaga berat badan tetap ideal karena obesitas meningkatkan faktor risiko HNP.
  7. Jika mengalami gejala di atas, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter terdekat.

Apakah Harus Di Operasi?


Karena pada umumnya masalah sel saraf kejepit tidak semuanya harus melakukan tindakan operasi. Pada kasus saraf kejepit yang tidak menyebabkan kelemahan anggota gerak dan mengancam jiwa, dapat diatasi dengan tindakan konservatif selama enam minggu. Contoh penanganan konservatif yaitu dengan imobilisasi (misalnya pada saraf kejepit di tulang leher), obat anti peradangan, fisioterapi, traksi, dan juga injeksi steroid. Maka dari itu sering berkonsultasi dan penanganan medis dan para ahli kesehatan.
comments

0 Response to "Belajar Tentang Sel Saraf Kejepit, Gejala dan Apakah Harus Operasi?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel