Diare Warna Putih Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Anak-anak bisa terserang diare akibat makanan atau pun susu yang dikonsumsinya.  Anak- anak memang perutnya masih sensitif oleh karena itu berilah makanan yang lembut seperti pisang dan bubur ayam. Namun apalah daya bagaimana jika anak anda terserang atau terkena diare, diarenya berwarna putih pula bagai mana untuk mengatasinya? Karena Anak kecil memang sangat sensitif terhadap makanan. Sebab penyakit Diare adalah salah satu penyakit yang sering menyerang bayi, anak remaja hingga orang dewasa.

Diare Warna Putih Pada Anak dan Cara Mengatasinya (image:alodokter)

Kenali Penyebab Diare Pada Anak


Diare yang dialami oleh bayi bisa disebabkan karena banyak hal. Penyebab diare pada bayi diantaranya :

  1. Alergi makanan dan obat
  2. Mengonsumsi jus buah dalam porsi yang banyak
  3. Keracunan makanan atau minuman
  4. Infeksi bakteri atau virus karena bayi sering memasukkan benda apa saja ke dalam mulutnya.
  5. Awasi anak Anda saat sedang bermain untuk menghindari terjadinya diare akibat bakteri atau virus.

Diare pada anak dan balita terjadi karena beberapa penyebab yang mempengaruhi pencernaan bayi. Penyebab diare tersebut antara lain:
  • Virus rotavirus sekitar 50-70%.
  • Bakteri E.Coli 25%
  • Shigela vibriocholera.
  • Salmonela
  • Protozoa crytosporidium sekitar 5%.
Penyakit diare pada anak-anak dan balita juga dapat terjadi karena makanan yang dikonsumsinya tercemar karena bakteri atau virus. Diare pada bayi daat pertama kali mulai dikenalkan MPASI seringkali muncul efek samping diare karena perut si kecil anda kaget dengan makanan dan minuman yang baru di kenal dilambungnya.

Cara Mencegah Diare Untuk Semua Usia


Diare bukan saja berdampak kepada diri penderita, tapi juga berpotensi menyebar, terutama kepada anggota keluarga. Oleh sebab itu, diare sebaiknya dicegah mulai dari kontak pertama hingga penyebarannya.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:

  1. Mencuci tangan sebelum makan.
  2. Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran.
  3. Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.
  4. Utamakan bahan makanan yang segar.
  5. Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.

Gejala yang timbul akibat penyakit diare, Karena mencret dan muntah yang terus-menerus, pada awalnya anak akan merasa haus karena mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) ringan.

Bila tidak ditolong, dehidrasi bertambah berat dan timbullah gejala-gejala sebagai berikut:

  1. Anak cengeng, gelisah, dan bisa tidak sadarkan diri pada dehidrasi berat.
  2. Mata tampak cekung, pada bayi ubun-ubun cekung, bibir dan lidah kering, tidak tampak air mata walaupun menangis.
  3. Turgor berkurang yaitu bila kulit perut dicubit tetap berkerut,
  4. Nadi melemah sampai tidak teraba, tangan dan kaki teraba dingin,
  5. Kencing berkurang.
  6. Pada dehidrasi berat, napas tampak sesak karena tubuh kekurangan zat basa (asidosis).
  7. Bila terjadi kekurangan elektrolit, dapat terjadi kejang.


Untuk menangani diare pada anak:

Diare pada anak dapat menyebabkan kematian dan kurang gizi. Kematian dapat dihindarkan dengan mencegah dan mengatasi dehidrasi melalui pemberian oralit. Gizi kurang dapat dicegah dengan pemberian makanan yang memadai selama berlangsungnya diare. Peran obat-obatan tidak begitu penting dalam menangani anak yang mengalami diare. Pecegahan dan pengobatan diare harus dimulai di rumah seperti yang dirangkum dari sahabatnestle:
  1. Rehidrasi: mengganti cairan yang hilang, dapat melalui mulut (minum) maupun melalui infus (pada kasus dehidrasi berat).
  2. Pastikan porsi makanan yang diberikan memenuhi kebutuhan minimal si kecil: jangan membiarkan anak tidak makan dan minum, teruskan memberi ASI dan lanjutkan makanan seperti yang diberikan sebelum sakit.
  3. Pemberian obat diare anak seminimal mungkin. Sebagian besar diare pada anak akan sembuh tanpa pemberian obat diare anak atau antidiare dan antibiotik. Bahkan pemberian antibiotik justru dapat menyebabkan diare kronik.


Mengatasi dimulai di rumah

Bila anak atau balita menderita diare dan belum menderita dehidrasi, segera berikan minum minimal sebanyak 10 mililiter per kilogram berat badan anak. Hal itu dilakukan setiap kali anak mencret agar cairan tubuh yang hilang bersama feses dapat diganti untuk mencegah dehidrasi yang bisa berujung pada kematian.

Memberi anak oralit juga bisa dilakukan. Pastikan dosis yang Anda berikan sesuai dengan berat badan si kecil. Lantas, bagaimana mengetahui keadaan anak membaik sehingga tidak perlu dibawa ke dokter? Tentu saja dengan melihat adanya perbaikan dari gejala-gejala yang disebutkan di atas. Misalnya kesadaran anak membaik, rasa hausnya menghilang, mulut dan bibirnya mulai membasah, kencing banyak, dan turgor kulit perutnya membaik.

Kapan dirujuk ke puskesmas atau dokter?

  1. Muntah terus menerus sehingga pemberian obat diare balita berupa oralit dinilai tidak manjur
  2. Mencret hebat dan terus menerus yang diperkirakan pemberian oralit sebagai obat diare balita kurang berhasil
  3. Terdapat tanda-tanda dehidrasi (mata cekung, turgor kurang, tangan dan kaki dingin, tidak sadar).

0 Response to "Diare Warna Putih Pada Anak dan Cara Mengatasinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel