Bahaya Penyakit Jantung Bagi Anak Muda Untuk Itu Jangan Lupa Pola Hidup Sehat

Anak muda atau di viralkan kids zaman now tak kan bisa lepas dengan adanya teknologi gadget di tangannya. Mungkin sangat susah sekali dikendalikan oleh orang tuanya karena kebutuhan akan informasi dan transformasi yang begitu cepat dan sangat pesat. Dalam hitungan detik kian semakin cepat melesat dan sampai pada waktunya. Namun berbeda dalam ilmu kesehatan medis, karena sebelum menggunakan gadget atau teknologi pada waktunya karena berkurangnya waktu belajar mereka. Selain itu juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental dan secara psikisnya. Mungkin saja anak kids zaman now lebih dekat dengan gadget karena saat bangun tidur pun mereka mencarinya terlebih dahulu.



Oleh karena itu penggunaan gadget atau teknologi dianggap belum waktunya namun faktanya sudah menggunakan. Dikutip oleh aura, Menurut Sekretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Kementerian Kesehatan RI, dr. Iman Asjikin Hidayat, MHA, penyebab utama meningkatkan penyakit jantung dan stroke di Indonesia adalah gaya hidup modern yang minim aktivitas dan gerakan fisik atau sedentari. Mungkin salah satunya mengidap penyakit jantung yang kini tidak hanya dialami mereka yang berusia lanjut, namun seiring pergeseran gaya hidup, risiko ini mulai mengintai usia muda.



Di Indonesia sendiri sudah tercatat pada tahun 2013 dari data setidaknya 883.447 orang yang terdiagnosis penyakit jantung koroner dengan mayoritas penderita berusia 55-64 tahun. Angka kematian akibat penyakit jantung koroner pun cukup tinggi, yakni sekitar 45 persen dari seluruh angka kematian di Indonesia.


Ada beberapa gejala serangan jantung adalah sakit dada yang parah, kesulitan bernapas, merasa lemas, pusing, serta panik. Sakit dada itu juga bisa menyebar ke leher hingga rahang, ke lengan kiri, dan ke punggung. Dengan hal tersebut yang biasa di sebut dengan penyakit jantung koroner.


Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat penghambatan aliran darah, yaitu angina (angin duduk) dan serangan jantung. Mendeteksi hipertensi pada usia muda cenderung sulit karena dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, dan tinggi badan. Tekanan darah sistolik normal pada bayi dan balita sekitar 80-110, usia anak-anak sekitar 85-120 sedangkan pada usia remaja sekitar 95-140. 


Angina adalah sakit dada yang timbul karena berkurangnya suplai darah ke otot jantung akibat penyempitan pembuluh darah. Selain sakit dada, seseorang juga bisa merasa sesak napas, mual, lelah, pusing dan gelisah saat angina menyerang.


Sebagai bentuk pencegahan penyakit jantung di usia muda, sudah saatnya generasi muda menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup yang aktif dan secara rutin serta rajin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang rendah lemak jenuh dan kolesterol  serta kebiasaan sehat tanpa rokok dan minuman beralkohol. Kolesterol jahat jadi faktor utama pengerasan pembuluh darah jantung, leher, otak, ginjal. Sehingga semua pembuluh darah bisa kena dan menjadi penyebab kematian mendadak dan cacat permanen.


Untuk sahabat womenia sehat, perlu adanya untuk melakukan cek-up kesehatan secara rutin, hindarkan asap rokok, wajib beraktivitas baik secara fisik dan psikis. Selain itu juga untuk melakukan diet sehat dan seimbang serta melakukan istirahat atau tidur yang cukup. Perubahan pola makan sehat dapat diawali dengan memperbanyak konsumsi harian lemak, karbohidrat dan gula berlebih serta lebih banyak mengonsumsi protein ikan, sayur dan buah. Mengurangi konsumsi minuman keras.

0 Response to "Bahaya Penyakit Jantung Bagi Anak Muda Untuk Itu Jangan Lupa Pola Hidup Sehat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel