Fakta Perceraian dan Perselingkuhan Rumah Tangga Zaman Now

Rumah tangga merupakan salah satu bentuk kecil dalam berkeluarga dari sebagian lingkungan hidup bermasyarakat. Tak semua pernikahan dan bahtera rumah tangga dapat bertahan dan berakhir bahagia selamanya. Karena berbagai sebab dan faktor, sebuah pernikahan bisa berujung pada suatu perceraian dan perselingkuhan. Mungkin sudah berusaha keras karena setiap pasangan suami istri pasti punya cara masing-masing untuk mencegah perceraian jangan sampai terjadi. Jika seorang suami benar mencintaimu dengan sungguh-sungguh, maka dia sudah harus paham apa yang harus dilakukan tanpa perlu kamu diungkapkan. Jadi, jaga selalu harga diri pasanganmu. Jika kamu ingin berkeluh-kesah dan mencari solusi yang tepat, ceritakan masalah pada satu atau dua orang terdekat saja, bisa keluarga atau sahabat terdekat atau konselor pernikahan.



Menurut data dari Badan Pusat Statistik, angka perceraian di Indonesia pada kisaran tahun 2012-2015 secara rata-rata mengalami peningkatan. Saat ini ada sekitar 5 persen pernikahan usia di bawah 15 tahun dan 42 persen pernikahan di kelompok umur 15-19 tahun. Selain ketidakmatangan emosi, tingginya angka perceraian merupakan kontribusi dari para perempuan yang ingin melepaskan diri dari pernikahan dini. Pernikahan dini menyebabkan pasangan yang belum siap menikah tidak menganggap pernikahan sebagai sebuah yang sakral. Sehingga menganggap perceraian adalah hal yang biasa.




Berikut ini ada beberapa fakta menjadi penyebab utama perselingkuhan dan perceraian yang dapat menggoyahkan bahtera rumah tangga. Mulai dari kesalahan kecil yang dilakukan oleh salah seorang pasangan hingga faktor-faktor yang memang tidak bisa dituntaskan. Menjadi salah satu faktor yang sering terjadi ketidakcocokan di antara kedua pasangan.

Lemah Berkomunikasi

Faktor utama perselingkuhan dalam rumah tangga zaman now, yakni kurangnya berkomunikasi satu sama lainnya. Akibat kurangnya berkomunikasi bisa menjadikan salah paham besar satu sama lain. Matinya komunikasi akan semakin memperlebar jarak antara suami dan istri. Begitu pula jika seseorang menikmati perbincangan mengenai apa saja yang dirasakannya.

Sementara pasangannya bukanlah tipe orang yang suka meluangkan waktu untuk berbicara dengan pasangan, maka hal ini bukanlah pondasi yang baik hubungan pernikahan. Rusaknya bahtera rumah tangga bisa disebabkan dengan kurang kemampuan antar pasangan untuk menjalin komunikasi yang sehat dalam jangka panjang adalah salah satu penyebab perceraian tertinggi.

Kurangnya Menunjukan Rasa Kasih Sayang

Ketika suami atau istri kurang mendapat rasa sayang di rumah, mereka akan cenderung mencari penghargaan dan rasa sayang itu di luar rumah. Inilah yang menimbulkan kasus orang ketiga atau perselingkuhan. Perselingkuhan adalah penyebab perceraian yang paling fatal. Efek dari perbuatan tercela ini adalah dasar dari hancurnya rasa kepercayaan yang dibangun sejak awal pernikahan.

Mungkin Masih Menjalin Hubungan Dengan Mantan Kekasih

Ketemu mantan mungkin masih menyimpan rasa lebih menjadikan salah satu penyebab keretakan hubungan pasangan menikah. Pasangan bisa merasa dinomorduakan, tersaingi, atau tidak pernah tersentuh mendapatkan sebagaimana orang nomor satunya. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan juga, kehadiran mantan pacar bisa memicu perbuatan selingkuh.

Pernikahan Adalah Pasangan Sejati

Suami sejati maka dialah seseorang yang penuh rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap istrinya. Dalam hal tersebut merupakan salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan wanita dalam rumah tangga. Pria terlihat lebih dominan dan lebih sering berinisiatif dalam urusan berhubungan. Meningkatkan keintiman dan kualitas hubungan. Kadar hormon oksitosin yang meningkat saat bercinta dapat membantu kamu dan pasangan lebih dekat dan saling percaya satu sama lain.

Minta Pendapat Orang Tua Boleh

Karena orang tua sebagaimana pasangan yang sudah berpengalaman. Oleh karena itu hubungan komunikasi meminta pendapatnya boleh disarankan. Meski pun dengan begitu, setiap pasangan yang telah menikah tetap harus bisa saling menjaga satu sama lainnya. Orang tua jangan terlalu ingin tahu dan mencoba mencampuri urusan rumah tangga pribadi bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasangan. Pasangan bisa terlibat pertengkaran dengan mertua dan akhirnya merusak keintiman membina rumah tangga.

0 Response to "Fakta Perceraian dan Perselingkuhan Rumah Tangga Zaman Now"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel